Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2011

Cintamu Cahaya

Seketika tubuhku kaku tak berdaya Seketika mataku tak dapat ku kendalikan Seketika Aku tak dapat berkata apapun Bidadari cinta terbang melayang di depanku Membuat sayap-sayap cintaku terbangun Lalu terbang tiada arah Membawa tubuhku ke puncak fantasi cinta yang menggelora Sulit, Memang sulit untuk ku Jauh, terlampau jauh untuk ku gapai Sayap-sayap cintaku tak mampu membawa hatiku Terbang menuju cintamu Aku hanyalah setitik cahaya tiada arti Tak mampu ku tandingimu yang mampu menghiasi malamnya hati Aku ingin kau sempurnakan hatiku dengan cahaya cintamu

Bagaimana Sesungguhnya Kriteria Imam Shalat?

TANYA JAWAB SEPUTAR SHALAT Oleh: Syakir Jamaluddin, M.A. (Anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah/ Dosen FAI, Ketua LPPI UMY) Hal yang termasuk penting dalam membangun jama’ah namun sering disepelekan oleh jamaah adalah masalah Imam Shalat. Kadang kita temukan imam yang diajukan oleh jamaah adalah orang yang paling tua meskipun secara hapalan Al-Qur’an dan kefasihan masih ada yang lebih baik. Hal ini tidak begitu salah karena memang Nabi saw menganjurka n: وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ : “hendaklah mengangkat imam yang paling tua/senior di antara kalian!” (Muttafaq 'alayh). Sebenarnya makna akbar tidak mesti diterjemahkan paling tua usianya , tapi bisa juga yang dimaksud adalah paling hebat/unggul untuk jadi imam di antara jamaah yang ada. Tetapi kalaupun lafal akbar diartikan paling tua dari segi usia, maka harus dipahami ketika kemampuan para jamaah untuk menjadi imam sama bagusnya. Hal ini karena di lain kesempatan, Nabi saw menganjurkan dalam mengangkat Imam shalat jama`ah d...

Bagaimana Posisi Ma’mum Satu Orang? ;Bagaimana Posisi Ma’mum Jika Hanya Seorang Wanita/Istri?; Adakah Tuntunan Shalat Jama’ah Berantai/Bersambung sete

TANYA JAWAB SEPUTAR SHALAT Oleh: H. Syakir Jamaluddin, M.A. (Dosen FAI UMY / Anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah) Bagaimana Posisi Ma’mum Satu Orang ? Jika ma’mum hanya seorang, maka posisi shafnya berada di sebelah kanan imam. Ketika Ibn ‘Abbas ra sendirian datang berma’mum shalat malam di sebelah kiri Nabi saw, maka Ibn ‘Abbas ditarik oleh Nabi saw untuk diposisikan di sebelah kanan Nab i saw ( فَجَعَلَنِي عَنْ يَمِينِهِ . Mutt afaq ‘alayh). [1] Umumnya riwayat tersebut tidak menyebutkan sejajar, namun ada satu riwayat Ibn 'Abbâs bahwa ketika ia berdiri di belakang, tangannya ditarik oleh Nabi saw dan menjadikannya sejajar/berjajar dengan beliau ( حِذَاءَهُ ). Lalu Ibn 'Abbas agak mundur sedikit karena merasa tidak layak berjajar dengan Nabi saw, kemudian setelah dikonfirmasi, Nabi pun mendoakannya mudah-mudahan Allah menambahkan ilmu dan pemahaman kepadanya (HSGR. Ahmad, al-Bayhaqi & Hakim). [2] 'Umar juga pernah menarik 'Abdullah bin 'Utbah bin Mas...